Ada sesuatu yang lebih mengerikan. Edgar menyadari hal itu. "Ada apa?" Hovak telah memasuki ruang kendali. "Kenapa bunyi alarmnya terdengar berbeda dari sebelumnya?" Edgar menoleh pada Hovak. Wajahnya pucat pasi dan sedikit kebingungan. "Sepertinya aku telah melakukan suatu kesalahan." ujar Edgar. "Mungkin tidak. Bagus sekali kau menghancurkan ruang kendali. Mereka tidak akan berkutik dan frekuensi itu tidak akan mengganggu anak-anak lagi." "Masalahnya bukan soal frekuensi," kata Edgar. "Tapi sesuatu yang lebih buruk." Kemudian, terdengar suara teriakan dari bawah. Edgar dan Hovak berpandangan. Suara teriakan itu bersahut-sahutan, menunjukkan kengerian yang luar biasa. Disusul bunyi-bunyi kaca pecah dan benturan. "Apa yang terjadi?" Hovak segera berjalan kembali keluar dari ruang

