55

2227 Kata

"Oh, tidak..." kata Eriana, ia berjalan mondar-mandir gelisah. Sementara alarm terus berbunyi nyaring memekakkan telinga melalui speaker di atas mereka. "Sial, aku seharusnya pergi bersamanya," kata Edgar. Alarm berbunyi tak lama dari kepergian Hovak. "Tapi mungkin saja itu hanya alarm peringatan karena mereka menemukan para penjaga yang pingsan di pintu masuk sebelah timur. Semoga saja Paman Hovak masih belum tertangkap." "Semoga, semoga saja..." Eriana berusaha mengatur nafasnya yang tegang. "Sekarang... Sekarang apa yang harus kita lakukan?" Eriana menoleh pada Edgar dan matanya membelalak ke arah Edgar. Edgar mengikuti arah pandang Eriana. Di sebelahnya, Korie sudah bangun dan duduk tegak. "Korie," panggil Edgar pelan. Untuk beberapa saat tidak ada yang berbicara karena Edgar d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN