Edgar berjalan dengan langkah tanpa suara di belakang Hovak. Mereka berdua mengendap-endap mendekati bangunan. "Kita berada di pintu sebelah timur," bisik Hovak, memberitahu Edgar. "Menurut Eriana ada empat pintu yang berada sesuai dengan empat arah mata angin. Timur, barat, utara dan selatan. Timur berada cukup dekat dengan ruang perawatan." "Ada dua penjaga di sana," kata Edgar. Dua orang itu berseragam hitam dan ada senapan tersanding di bahu. Itu senapan api. "Apakah mereka benar-benar boleh menggunakan senapan itu?" Tanya Edgar. "Sementara di dalam gedung itu penuh dengan anak-anak?" "Sebelumnya penjagaan tidak seketat ini. Para penjaga hanya membawa pistol listrik." Ujar Hovak. "Tapi si oranye pasti khawatir dengan dua orang yang sedang berkeliaran di dalam wilayahnya. Makanya d

