59

1873 Kata

Ini seperti sudah menjadi takdir. Edgar tidak pernah mengira ia akan menemui ayah Sia yang sudah menghilang selama sepuluh tahun lalu. Pria itu bertubuh kurus tinggi dengan rambut uban, berjenggot pendek serta berkumis dengan warna yang sama dengan rambutnya. Pria tua itu tampak ragu ketika melangkah masuk ke dalam ruang sapu sempit yang sudah dihuni oleh tiga orang lebih dulu. Yaitu Edgar, Eriana serta Daniel yang terikat di kursi. "Halo, Prof," sapa Eriana. "Apa... ini?" tanya Grey. "Kalian memanggilku dan menyebut nama putriku?" "Katanya bocah ini mengenal putrimu," kata Eriana, menganggukkan dagu kepada Edgar yang berdiri di seberangnya. "Ya, kami berteman," jawab Edgar. Grey terlihat meragukan jawaban Edgar. Ia pasti menghitung usia putrinya dan merasa heran bagaimana putrinya b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN