Suara langkah hak sepatu setinggi lima sentimeter itu terdengar nyaring mengisi kekosongan, Zenith berjalan dengan anggun membuka pintu ruangan di depannya. Kepalanya terangkat angkuh dengan d**a yang membusung. Suara pintu yang dibuka mengejutkan seluruh penghuni ruang rapat tersebut, mereka menatap bingung dengan kehadiran Zenith yang tiba-tiba. "Selamat pagi," ucap Zenith seraya mengulas senyum tipis di wajah cantiknya. "Selamat pagi, Bu Zenith." Zenith lalu melanjutkan langkahnya dan mendudukkan bokongnya di kursi yang saling berhadapan dengan Dito, matanya menatap angkuh pada pria itu. "Maaf Ibu, tapi kami sedang rapat di sini," sela Della tak suka. Salah satu alis Zenith dinaikkan dan menatap sinis saat melihat wajah Della. "Saya tahu kok, dan kedatangan saya ke sini juga ka

