50. Dilema Besar

1251 Kata

Della menatap rindu pada pria yang berdiri beberapa meter darinya itu, ingin rasanya ia langsung berlari dan berhambur peluk pada pria bertubuh jangkung itu. Tatapan teduh penuh kerinduan pun juga diperlihatkan oleh Dito. "Della?" panggil Dito yang lebih mirip seperti gumaman. "Duduk, Kak," ajak Della seraya menyuruh Dito untuk duduk di kursi taman yang tadi ia duduki seorang diri. Kepala Dito mengangguk pelan seraya ikut mendaratkan bokongnya di kursi besi bercat putih itu. Keduanya diliputi oleh suasana canggung karena tak ada yang memulai pembicaraan. Helaan napas panjang terdengar berhembus dari bibir padat Dito, mata pria itu menatap lurus pada segerombolan anak-anak yang asik bermain bola. Ah, ia jadi mengingat tentang Clarissa yang kini sedang berlibur, kira-kira putrinya itu se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN