49. Teman Perjalanan

1283 Kata

"Zenith, ayo. Itu udah ada panggilannya." Suara ajakan dari adik iparnya mengejutkan Zenith yang sedari tadi sibuk melamun memandang pada landasan di depan sana yang dibatasi oleh kaca tebal transparan. Ia hanya mengulum senyum singkat seraya beranjak dari duduknya. Tangannya terlihat menentang tas bermerek miliknya, tas berharga ratusan juta yang didapatkannya dari war bersama ibu-ibu sosialita lainnya. Hatinya masih terasa kesal karena Dito benar-benar membiarkannya pergi berdua bersama Clarissa saja, padahal ia sudah berharap banyak agar pria itu mau ikut dengannya. Matanya menatap Dea dan Bagas yang sibuk bergandengan tangan di depannya, sementara Sirius yang merupakan anak mereka dilepas untuk berjalan bersama Clarissa. Kini ia persis seperti nyamuk dalam perjalanan keluarga Dea.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN