42. Pilihan

1042 Kata

Untuk ke sekian kalinya Zenith menggeram kesal saat mendapati panggilannya tak juga diangkat, ia hanya mendapatkan suara operator wanita yang terdengar, persis seperti belasan panggilan sebelumnya. Hatinya benar-benar dongkol dibuatnya, ingin sekali ia mendatangi suaminya itu sekarang dan memukulnya dengan keras, atau memberikannya pelajaran dengan cubitan mautnya. "Nith, gimana? Dito masih belum bisa dihubungi?" tanya Emma yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar putrinya. Pertanyaan wanita itu dibalas anggukkan kepala oleh Zenith, membuat Emma yang juga gusar menghela napas panjang. "Yaudah, mungkin Dito-nya lagi sibuk atau emang enggak dengar panggilan dari kamu. Mending sekarang kita ke dokter aja, ya?" Zenith menolehkan kepalanya, menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul satu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN