"Saya terima nikahnya Nadella Putri Ayu binti Muhammad Ali dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Dalam satu tarikan napas dengan hati yang ragu Dito menyelesaikan satu kalimat sakral itu, diikuti lelehan air mata dari kedua matanya yang biasa menyorot dingin dan tajam. Matanya menatap lirih pada cincin yang tersemat di jari manisnya, cincin yang berukir nama Zenith di sana. Ia benar-benar mereka layaknya laki-laki b******k kini, menikahi perempuan lain di saat istrinya masih sehat dan tengah hamil. "Bagaimana para saksi? Sah?" "Sah!" seru para dokter dan perawat yang menjadi saksi pernikahan mereka. Pak Ali yang terbaring lemah di atas kasur menghembuskan napas lega melihat putrinya kini telah berstatus sebagai istri dari orang lain, pria yang ia yakini bisa menjaga putrinya deng

