Dua bulan kemudian... "Nith. Hari ini mas enggak pulang, ya." Ucapan suaminya barusan berhasil menghentikan kegiatan Zenith yang tengah menyiapkan jas dan kemeja kerja untuk dipakai Dito hari ini, keningnya mengernyit menatap bingung pada Dito. "Kenapa?" "Aku mau lembur di kantor, kebetulan juga pekerjaan menumpuk gara-gara ada proyek besar sama pemerintah. Kamu enggak apa-apa kan kalau aku tinggal sendiri di rumah?" tanya Dito, sorot matanya tampak khawatir dan ragu. "Kalau enggak kamu ke rumah mommy aja, atau kamu mau aku minta Dea buat temani kamu di sini?" Kepala Zenith menggeleng pelan, ia hanya menyunggingkan senyum kecil sebagai jawaban. "Enggak usah, aku bisa kok ditinggal sendiri. Lagipula mommy sama daddy mau liburan ke Bali, Kak Dea juga pasti sibuk urus keluarga sama butik

