"Nith, kamu kenapa? Enggak biasanya nolak, kamu tahu hukumnya kan?" Dito menatap bingung pada istrinya kala mendapat penolakan yang pertama kali dari Zenith saat ia hendak memulai percintaan malam ini. Tak biasanya wanita berwajah cantik itu menolak keinginannya untuk memandu kasih bersama, bahkan tak pernah Zenith menolaknya. Wanita itu mendorong pelan d**a bidang atletis milik suaminya dengan wajah ragu dan sungkan. "Aku... aku cuma capek, Mas. Jangan malam ini dulu, ya? Kata dokter juga enggak boleh terlalu sering dijenguk, takutnya nanti aku kelelahan," tolak Zenith halus. Walau hatinya ragu dan terlalu takut, tetapi ia berusaha memberanikan diri dan hatinya. Ia tak ingin melayani suaminya dengan hati yang tak tulus malam ini, biarlah ia berdosa untuk kali ini saja karena menolak

