"Clarissa, Sirius, jangan lari-lari!" tegur Zenith saat melihat Clarissa dan Sirius berlarian di kawasan bandara. Ia merasa khawatir jika kedua anak itu akan terjatuh atau malah menabrak orang karena terlalu asik berlaga. Setelah memastikan Clarissa dan Sirius duduk tenang, ia pun juga mendudukkan dirinya pada kursi kosong, menunggu Bagas dan Dea yang tengah mengambil bagasi. Yap, mereka saat ini sudah pulang ke Indonesia. Lebih tepatnya mereka telah mendarat dengan aman di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka yang awalnya hanya pergi dengan masing-masing membawa dua koper, kini pulang dengan membawa hampir lima koper dan semuanya kebanyakan berisi belanjaan. Saat sedang asik menunggu, Zenith tiba-tiba teringat dengan ponselnya yang tak ia buka lagi semenjak kemarin. Setelah mengisi baterai

