Plak! Belum juga lima menit mereka bertiga sampai di kediaman Zenith dan Dito, tangan Zenith sudah melayang dan mendarat dengan keras di pipi kanan Dito. Membuat pria itu dan istri keduanya terkejut dengan tindakan Zenith yang tiba-tiba. "Zenith!" bentak Dito. Namun, kali ini Zenith tak lagi takut dengan bentakan itu. Ia bukan lagi Zenith yang lama, yang akan takut dengan satu bentakan yang dikeluarkan oleh suaminya. Jiwanya yang lama telah mati saat memergoki suaminya sendiri berselingkuh dengan wanita lain. "Apa, Mas? Kenapa? Kamu mau marah, iya?!" tantang Zenith. "Tamparan itu enggak seberapa sakitnya dibanding hati aku saat ini!" Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sama seperti sebuah kebohongan, sepandai-pandainya Dito menyembunyikan perselingkuhan ini past

