54. Duka

1121 Kata

"Dengan keluarga pasien?" Wanita muda yang baru saja keluar sembari memasukkan stetoskopnya ke dalam kantung jas putih khas dokternya itu menatap lekat pada Dito yang menunggu sedari tadi di depan ruang UGD. Wajahnya tampak sangat berantakan dan frustrasi, apalagi setelah melihat darah yang mengering di kaki istrinya saat di brankar tadi dan bajunya sudah basah karena cairan yabg keluar dari bagian selatannya. Ia merasa takut, takut jika terjadi sesuatu pada istri dan anaknya. "Saya suaminya, Dok," ucap Dito. "Begini, Pak. Kita harus segera mengeluarkan janin yang ada di dalam rahim Ibu Zenith, karena setelah tadi kami periksa janinnya sudah tidak bisa diselamatkan," ucap dokter tersebut dengan wajah penuh duka. Dunia Dito terasa runtuh mendengar kabar duka itu. Tubuhnya seketika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN