Episode 115 “Kak Ivan, kenapa kau mengatakan kalau ibu-ibu itu berbuat baik pada kita sampai harus memberikan makanan ini karena kak Sui mengambilkan kepala dari pohonnya? Kepala dari itu maksudnya memenggal kepala orang?” Arsy menatap heran Maulana, pria itu seperti tidak menyadari apa yang baru saja dikatakan. Maulana menggaruk pelipisnya yang tak gatal, ia memang tidak sadar kalau telah mengatakan kalimat tersebut, seingatnya dirinya mengatakan kelapa bukan kepala,”Arsy, sayang. Kakakmu ini tidak menyebutkan tentang kepala, tapi kelapa. Sui tadi membantu orang untuk mengambil klelapa dari pohonnya, karena itu ibu itu memberikan makanan pada kita sebagai tanda terimakasih. Ni, es kelapa yang dibuat ibu tadi bersama suaminya.” “Paman, tadi kau memang mengatakan kepala, aku saja heran

