Episode 143 Uhuk… Uhuk.. Cetrine semakin cemas melihat putranya tiba-tiba terbatuk, wajahnya semakin pucat dan terlihat sangat kesakitan.”Van, kamu kenapa? Ibu panggil dokter dulu.” “Ibu, aku baik-baik saja. Tadi hanya tersedak, sekarang biarkan aku istirahat, setelah itu aku akan baik-baik saja.” Pria bermata safir tersebut mulai memejamkan matanya, dia tidak ingin terlalu banyak berpikir, hanya berdoa semoga dirinya akan baik-baik saja. Cetrine mengehla napas, ia mengulurkan tangan menyentuh surai hitam putranya tersebut. Tak tega rasanya melihat buah hatinya selalu menderita, dia berharap kalau suatu saat nanti putranya itu akan kembali baik-baik saja. “Maafkan ibu, Van. Kamu selalu berusaha yang terbaik untuk keluarga. Maaf, Ibu selalu menyusahkanmu,” batinnya. Setelah itu ia mem

