“Holla,” suara samar-samar seseorang membuka pintu terdengar sayup di telinga Fio yang telah berada di ambang kesadarannya. “Lo belum makan kan, gue bawa sebl—Holy s**t, Fio!!!” Mira menjatuhkan bungkusan seblak yang dibawanya dan bergegas menghampiri Fio dengan cutter di pergelangan tangannya yang berlumuran darah. Mira cepat-cepat menarik tangan Fio yang masih berusaya menyayat nadinya itu. “Lo udah gila ya,” Mira berteriak yang mana teriakannya kembali menyentak kesadaran Fio. Setelah melepas paksa cutter yang dipakai Fio untuk menyayat nadinya, yang mana sepertinya sayatannya belum terlalu dalam sehingga hal vital yang menopang kehidupan Fio itu sepertinya masih baik-baik saja. tapi hal itu tidak membuat Mira mengurunnya untuk melakukan panggilan kepada siapapun yang bisa menolongny

