Chapter 40

1191 Kata

Teror untuk Fio masih berlanjut, kalau kemarin hanya dalam bentuk paket, yang berada di hadapannya saat ini berwujud salah satu saksi hidup betapa nyatanya masa lalu Fio yang berusaha ia hapus itu. Sosok itu berada cukup dekat di hadapan Fio, sedang berbicara dengan ibu Mugi dengan secepat yang ia bisa Fio berbalik memunggungi orang itu. Berharap kehadirannya tidak tertangkap oleh indra seseorang yang dihindarinya itu. “Fio, kamu mau kemana?” Terlambat, alih-alih orang itu yang melihatnya, Ibu Mugi lebih dulu menangkap keberadaannya. Aku mengatur raut wajahku sebiasa mungkin sebelum berbalik ke arah Ibu Mugi dan orang itu. Tatapan kami lantas bersibobrok ketika aku membalikkan badan. Ekspresi terkejut bercampur ngeri sangat jelas terlihat di wajahnya. Ekspresi yang mengisyaratkan kalau ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN