Kalau saja waktu bisa kuulang, aku akan memundurkannya ketika Dimas mencegat ku di tangga dan tidak membiarkannya mengambil makalahku sendiri. Aku akan mengikutinya dan memastikan ia kembali tepat waktu. Ibu Ria telah berhenti tepat di depanku yang sedang memblokir jajannya untuk memasuki kelasku. Dimas belum juga menampakkan dirinya. "Kamu ngapain ngalangin jalan saya?" tanya bu Ria dengan kedua alis bertaut. "Oh maaf ibu mau masuk ya hehehe. Silahkan bu." ucapku terdengar bodoh. Ibu Ria menatapku seolah-olah aku adalah makhluk paling dungu di dunia ini. Aku dengan segera membuka pintu kelas memberi jalan kepada dosen killerku itu dan mengekornya dari belakang. Ibu Ria berjalan menuju meja dosen sedangkan aku berjalan dengan hati gelisah menuju meja dimana teman sekelompok ku berkump

