Hampir satu jam Fio duduk di halte bus yang berada di depan sebuah bangunan bertuliskan Harapan Consultation Clinic Jakarta. Ia hanya memandangi gedung kantor berbentuk seperti rumah itu lekat-lekat. Fio sudah berkunjung ke gedung itu, tetapi sebelum melangkahkan kaki memasuki loby, Fio seolah-olah ditelan bulat-bulat olehnya. Bangunan ini tidak seperti gedung-gedung perkantoran lainnya yang memiliki puluhan lantai, gedung ini hanya memiliki 5 lantai dengan bentuk bangunan lebih menyerupai rumah di banding desain gedung perkantoran pada umumnya, namun aura mendominasi yang kuat dirasakan Fio tak pelak memundurkan langkahnya untuk berlari secepat yang ia bisa keluar dari sana dan berakhir di halte bus yang berhadapan dengan gedung itu. Padahal Fio yakin, pemiliknya mendesain bangunan itu me

