Karena kejadian di restoran Sushi kemarin, dimana Divya membeberkan perihal kerja part timeku sebagai seorang bartender, sisa acara makan siang itu berjalan awkward hingga ibu Dimas pamit untuk undur diri lebih dulu. Hal itu menambah daftar panjang kenapa aku tidak siap menemui keluarga Dimas. Ibunya sudah mengetahui perihal pekerjaanku, hanya masalah waktu sampai seluruh keluarganya tahu. Aku hanya berharap keluarga Dimas bukan seperti kebanyakan keluarga konglomerat pada umumnya yang memerhatikan bibit, bebet dan bobot pasangan anaknya hingga seketat itu. Tapi sepertinya hal itu terlalu muluk untuk menjadi kenyataan. Karena pada kenyataannya Ibu Dimas sama saja dengan ibu-ibu kebanyakan yang berharap pacar anaknya begitu sempurna tanpa cela hingga ia bangga memamerkannya dihadapan koleg

