Chapter 70

1408 Kata

Aku masih kesal dengan Dimas perihal kebiasaannya yang suka menghilang tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan itu. “Aku minta maaf. Beneren deh, aku gak ada maksud buat gak ngabarin kamu. Setiap ngerjain proyek dari Ayah, aku selalu tidak punya waktu buat megang hape dan kebetulan tempat kemarin itu di pedalaman banget jadi gak ada sinyal sama sekali dan kami semua sangat sibuk buat rampungin proyek ini secepatnya bahkan kadang aku sampai bisa lupa makan kalo gak diingetin.” Aku bertanya-tanya memang apa sih proyek yang ia kerjakan sampai segitunya? “Ayah percayain salah satu proyek real estatenya di Bandung buat aku kelola, ini adalah salah satu proyek pertamaku yang harus aku buktikan bahwa aku bisa meng-handle nya dengan baik. Aku gak mau mengecewakan ayah dan semua karyawan yang kerja di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN