Chapter 12

1730 Kata

Ini sudah lewat dua minggu sepulangnya kami dari Makrab. Tidak ada hal yang berarti yang terjadi antara aku dan Kak Dimas seperti hipotesanya Lingga. Kami memang sering berpapasan di gedung dimana kelasku berada atau di kantin dan hanya bertukar sapa sesaat atau saling membalas senyum sopan. Untuk orang yang kata Lingga naksir aku, Kak Dimas tidak melakukan pendekatan lebih daripada itu. Salahkan aku yang termakan omongan tidak mutunya si Lingga. Hipotesa tidak berdasarnya itu sempat melambunkan anganku meski hanya sesaat. Sosok yang baru saja kupikirkan kini berada tidak jauh di depanku sedang sibuk berbincang sambil sesekali menyesap kopi dihadapannya. Malam ini Rehat—cafe yang saat ini kupilih sebagai tempatku mengerjakan makalah yang harus ku kumpul besok sedang sepi-sepinya. Hanya a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN