Chapter 17

1154 Kata

Aku mengamati ketiga konsep itu dengan gugup dibawah tatapan-tatapan penasaran anggota rapat. Ini semua berkat anak dakjal satu itu, misiku untuk menjadi invisible disini menjadi gagal total. Bukan hanya itu, aku masih harus mengeluarkan pendapatku soal konsep yang masih ngambang ini. “Aku setuju sama konsep yang pertama,” ujarku melirik ke sang pemilik konsep, Iman yang juga ketua panitia acara ini. “Kita gak perlu nyewa gedung buat pameran, cukup gunain lorong antara gedung ILKOM sama HI. Budget untuk nyewa gedung bisa kita pakai untuk keperluan yang lain.” “Tapi kemungkinan buat karya-karya yang dipamerin bakal rusak sama tangan-tangan gak bertanggung jawab itu cukup besar,” protes Indah sang sekretaris acara pameran ini. Ia setahun diatasku dan berbeda jrusan meskipun masih satu fak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN