Chapter 18

1262 Kata

“Fi, kamu sama Lingga deket banget ya?” Pertanyaan dari Dimas yang tiba-tiba membuatku berhenti menyeruput es teh manis di hadapanku. Aku mengangguk mengiyakan. “Aku gak inget tepatnya kapan kami mulai temenan, rumah ku dan rumah dia sebelahan. Kami tetanggan sekaligus temen dekat sejak kecil.” Aku tidak ingat kapan tepatnya aku dan Lingga mulai berteman dan akrab. Tapi sepanjang ingatanku, Lingga sudah ada dihidupku sejak awal. Aku tidak pernah mengingat kapan pertemuan pertama kami, mungkin itu terjadi ketika aku dan Lingga masih sama-sama bayi mungil yang kerjanya cuman nangis. Dari awal Lingga sudah ada dihidupku, aku ingat kami satu posyandu barng, pergi ke TK yang sama, SD yang sama, SMP yang sama, dan SMA yang sama sebelum ia pindah. Teman-teman aku juga adalah teman-teman Lingga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN