“Jangan memberengut seperti itu. Aku bukannya dengan sengaja nyuruh mama buat datang kesini pagi ini.” Aku masih memasang wajah cemberut kepada Dimas perihal kedatangan mamanya yang sangat tiba-tiba beberapa saat yang lalu. Mamanya sudah pulang, dia hanya mengantarkan sebuah undangan dari kerabat Dimas yang akan menikah sebentar lagi dan untungnya lagi mamanya tidak sampai melakukan sidak dadakan di apartemen anaknya ini dan menemukanku berada di apartemen anaknya pagi-pagi seperti ini. “Lagian mama kan juga gak mergokin kamu disini.” Dimas masih berusaha membesarkan hatiku tapi aku sudah terlanjur kesal kepadanya. Ini semua berkat ide gilanya yangmemintaku menginap. Lain kali aku tidak akan temakan bujuk rayunya lagi untuk menginap disini. “Ya udah abis ini aku pulang aja,” ujarku yang

