“Lo kenapa?” tanya Fio “Tolong gue,” ucap Theo lagi. “Iya tapi lo kenapa gue gak bisa nolong lo kalo masalah lo aja gue gak tahu.” Tapi lagi-lagi Theo hanya bisa menunduk ketakutan. “Gue gak tahu lo kenapa, tapi kalau lo butuh apa-apa lo bisa kapan aja hubungi gue.” Fio menggenggam tangan Theo yang bergetar berusaha menyalurkan kekuatannya lewat genggaman tangan itu. Ia berharap Theo thu masih ada seseorang yang bisa ia jadikan pegangan saat ini. “Kapan aja?” tanya Theo. “Iya kapan aja,” balasku yakin. Dan sisa malam itu mereka habiskan dengan duduk dan hanya diam menatap langit, Theo perlahan-lahan tidak lagi gemetar ketakutan, dan Fio tidak berniat memaksanya mengatakan penyebab ia berlaku seperti ini karena Fio tahu yang Theo butuhkan sekarang bukanlah bercerita tetapi tepukan ha

