Setelah menghabisan mie ayam pesananku, aku buru-buru angkat kaki dari meja tempat Mira dan kawan-kawannya. Sebelum mereka kembali berulah dan menanyaiku macam-macam. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan spesies-spesies macam mereka, apa sih yang mereka dapat dari ngepoin kehidupan orang lain? Tapi berhubung kelasku baru dimulai siang nanti, aku melipir ke arah Sekret LENSA. Setidaknya aku bisa menghabiskan sejam-dua jam tidur disana sebelum kuliahku jam 1 siang nanti. Aku melihat pintu sekret dari kejauhan dalam keadaan terbuka. Kalau begini, aku yakin sekret pasti sedang ramai-ramainya. Alamat gak bisa tidur siang deh. Dengan langkah gontai aku berbalik arah, mengurungkan niatku untuk ke sekret. “Fio!” Aku menoleh. Tidak jauh dariku Divya sedang melambai dengan riang. Mau tidak

