Chapter 49

1686 Kata

Aroma kopi menyapa memenuhi penciumanku, samar-samar dengan mata masih setengah terpejam, aku meliha siluet seorang laki-laki sedang berdiri membelakangiku. Sektika au membuka mata selebar-lebarnya ketika kesadaran mengamil alih pikiranku, mengapa seorang laki-laki bisa berada di kamarku. Rasa sakt kepala dan perut mual sontak menyerangku dengan hebat, ah, aku sempat lupa akan sakitku ini. Suaraku yang mengaduh kesakitan membuat sosok tersebut berbalik melihatku. Sosok yang ternyata Lingga itu berjalan menghampiriku dengan tangan memegang segelas cangkir kopi. Aroma kopi yang pekat memenuhi ruangan membuat mualku semakin menjadi-jadi. “Aduh Ling aroma kopi lo bikin gue tambah mual.” “Lo beneran sakit ya?” “Lo pikir gue nelpon lo subuh-subuh buat apa kalo gak urgent.” “Oh iya gimana c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN