Ini terasa seperti mimpi. Alfian tak akan pernah menyangka bahwa hal yang selama ini begitu dia rindukan akhirnya menjadi kenyataan, bagaimana Rani akhirnya kembali mengulurkan tangannya dan meminta mereka untuk kembali berteman. Mungkin bagi semua orang kata ‘berteman’ yang dikatakan Rani terkesan biasa saja, tapi baginya kata itu berubah menjadi penuh arti untuknya sendiri. Setelah semua hal yang terjadi di antara mereka, kata ‘teman seolah menjadi awal yang baru bagi hubungan mereka yang tak terlalu baik atau bahkan buruk. Saat Rani mengulurkan tangan, bahkan memapahnya berjalan menuju ruang aseptik di mana Deeva mendapatkan donor sumsum tulang belakangnya. Dirinya sudah begitu bahagia, seolah beban berat yang menindih dirinya perlahan terangkat dan memberinya waktu untuk bernapas

