“Auntiiii! Aunti janji ya beneran bakalan bikin kamar Va kayak kamar Princess.” Suara menggemaskan Deeva yang pertama kali aku dengar begitu masuk ke dalam ruangan perawatannya. Aku menoleh ke arah Deeva yang duduk bersila di atas ranjangnya menatap Tari dengan tatapan lekat. Topi rajut yang biasanya selalu Deeva kenakan untuk menutupi rambutnya yang masih belum tumbuh sempurna kini tersingkirkan dengan rambut palsu sebahu. Sontak aku mendelik ke arah Bianca yang langsung menundukkan kepalanya menyadari tatapan kesal yang aku perlihatkan karena adik bungsu Alfian itu selalu mendandani Deeva macam-macam. “Rambut palsu Deeva cantik kok, Mbak. Itu aku beli dengan kualitas paling tinggi loh. Jadi aman buat anak kecil,” ujarnya dengan cepat mendekatiku dan mengalungkan tangannya ke lenganku.

