Alfian menarik napasnya dalam begitu kliennya keluar dari ruang Meeting. Dia menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi sembari melihat ke arah jendela kaca yang ada di ruang rapat itu untuk setidaknya melihat pemandangan kota setelah beberapa hari ini, dirinya terlalu sibuk dengan pemandangan kantor yang membosankan. Dia merindukan suara Deeva yang selalu membuat rasa lelahnya perlahan menghilan, helaannya semakin dalam menyadari bahwa dia juga merindukan Rani, terutama ucapan sarkas yang selalu dia ucapkan saat Mommy Deeva merasa tak suka dengan apa yang dia lakukan. “Tadi yang terakhir kan?” tanya Alfian kepada Ridwan yang sedari tadi mendampinginya. Pria yang selalu berparas serius itu mengangguk. Sontak dia bangkit dari kursinya. “Kamu bisa pulang cepat hari ini,” ujar Alfian yang

