Memalukan. Aku menutupi wajahku yang sedari tadi memerah. Bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal m***m itu di ruang publik, terlebih aku menikmati semua perlakuan Alfian pada bibirku. Tanganku bergerak menyentuh bibirku yang masih terasa penuh akibat dari apa yang dilakukan oleh Alfian tadi. Bibirku terasa begitu penuh akibat lumatan dan sesapan yang Alfian berikan. Gila.... Ya, seorang Maharani Varisha yang selama ini bisa menahan diriku dengan baik, kini lepas kendali hanya karena tatapan teduh dari mata abu Alfian yang membuatku terhanyut. Tak bisa dipungkiri, bahwa aku menikmati semua perlakuannya. Sesuatu yang selama enam tahun dia coba elak. Sebenci apa pun dia kepada Alfian karena telah membuatku menderita, hatinya tak dapat memungkiri bahwa Alfian adalah yang Pertama. Cinta

