Satu... dua... tiga.... Alfian menghitung dalam hati bahkan menunggu saat dimana Rani akan mendorong tubuhnya saat bibirnya mengecup bibir ranum milik istrinya itu. Dia tak melakukan apa pun selain menempelkan bibirnya di bibir ranum Rani, sebelum kemudian dia melepaskan kecupan itu dan melihat wajah Rani berubah menjadi lebih merah dari yang Alfian kira akan terjadi pada manusia, Rani menundukkan kepalanya terlihat tersipu. Alfian memperhatikan semburat merah di wajah Rani yang muncul dari kedua pipinya sebelum menyebar ke seluruh wajah hingga ke leher dan bahunya. Alfian tak tahan lagi untuk tak kembali menyentuh dagu Rani, dan menelengkan wajah wanita itu ke atas, Bibir Rani hanya berjarak beberapa senti dengan bibirnya. Napas mereka berbaur, dan udara di sekitar mereka berubah pana

