2.Gregory Felix Churchill

955 Kata
Setiap orang memiliki kelebihan Setiap orang memiliki kekurangan Tidak perduli apa yang orang katakan Hanya bagaimana cara kita memandang perbedaan ❄❄❄❄❄ Sudah menjadi tradisi Kerajaan Eginhard untuk merayakan Natal bersama anggota Parlemen. Ballroom istana Ingelbert berdesain klasik Romawi, sehingga menampilkan kesan mewah. Di dalamnya terlihat tamu-tamu undangan sedang menikmati sampanye dan appetizer sembari menunggu anggota Kerajaan keluar. Alunan musik piano yang lembut menjadi pengiring dalam pesta itu. Saat pintu ballroom terbuka. Semua orang menghentikan kegiatan mereka dan memusatkan perhatian mereka ke arah pintu besar berwarna kuning keemasan. Seorang pria mengenakan seragam militer kerajaan berwarna merah berjalan masuk. Tubuhnya tampak gagah dengan penampilan yang rapi. Di sampingnya seorang wanita mengenakan gaun panjang berbahan brokat berwarna biru memberikan senyuman hangat pada semua tamu-tamu undangan. Sedangkan di depan mereka Pangeran kembar berusia dua tahun mengenakan setelan mini berwarna hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu. Wajahnya yang begitu mirip dengan sang ayah terlihat sangat menggemaskan. "Selamat Natal Raja Cedric, Ratu Quella serta Pangeran Kenneth dan Pangeran Kendrick." Perdana Menteri Emilio Hawthorne mewakili Parlemen. "Selamat Natal juga untukmu Emilio dan juga semua yang hadir di sini." Sang Raja menyambutnya dengan hangat. Kemudian Pangeran Felix pun memasuki ruangan itu. Sama seperti adiknya, Felix mengenakan seragam militer kerajaan berwarna hitam. Membuat tubuhnya dengan tinggi 191 centimeter terlihat gagah. Di sampingnya dia menggenggam tangan sang adik, yaitu Putri Madelyn. Gadis berusia tiga belas tahun yang memiliki kemiripan wajah dengannya. Gadis itu mengenakan gaun sutera biru muda yang tampak manis dengan renda di bagian kerah dan tepi lengannya. Putri Madelyn tampak malu dan bersembunyi di belakang sang kakak. “Selamat Natal Pangeran Felix dan juga Putri Madelyn. Anda tampak sangat cantik Putri Madelyn.” Sapa Emilio. Terlihat Madelyn menyunggingkan senyuman malu-malunya dan mulai berani menunjukkan dirinya. “Sudah kubilang kau sangat cantik. Kau tak perlu takut.” Ucap Felix kepada sang adik. Terakhir ada kedua orangtua mereka, Albert dan Catherine Churchill. Meskipun sudah tidak lagi muda, tetapi pasangan itu masih terlihat romantis. Albert memegang tangan Catherine di lengannya. Mereka saling menatap seakan memancarakan perasaan cinta yang tidak dimakan usia. “Aku berharap aku dan istriku bisa mengikuti jejak anda.” Emilio mengagumi pasangan yang sudah menikah selama hampir empat puluh tahun. “Kau pasti bisa Emilio. Kekuatan cinta itu sangat besar, benar bukan sayang?” Albert mengamati istrinya dengan penuh cinta. Catherine tersenyum lembut pada suaminya, "Tentu saja. Kekuatan cintalah yang menyatukan kita." Akhirnya pesta pun berlanjut. Untuk membantu Raja Cedric menyambut para tamu, Felix pun membaur bersama beberapa anggota Parlemen. Meskipun tidak seluwes adiknya, tapi Felix mampu melakukan tugasnya dengan baik. Mendengarkan dan menanggapi pembicaraan itu. Seperti halnya saat ini dia sedang mengobrol dengan salah satu anggota Parlemen. "Bagaimana perkembangan rencana pembuatan acara Paralympic, Your Highness?" tanya Andrew salah satu anggota Parlemen. "Sejauh ini lancar. Bahkan saya mendengar kabar jika Raja Harald V dari Norwegia tertarik bergabung dengan acara ini." "Tidak heran mendengarnya. Raja Harald V selalu tertarik dengan kegiatan yang mengutamakan penyandang disabilitas. Apalagi mendengar perlombaan yang diperuntukkan bagi mereka yang mengalami cacat fisik, mental dan sensoral, sang Raja pasti sangat antusias. Apa anda sudah membicarakan hal ini dengan beliau, Your Highness?" tanya pria berusia 55 tahun itu. "Kami akan membicarakannya setelah libur natal dan tahun baru. Bahkan Raja Harald V sudah mengatur pertemuan kami." "Saya sangat yakin acara ini bisa sukses besar. Apalagi bisa mengubah pandangan kolot rakyat Eginhard perihal disabilitas." Andrew selalu memiliki pandangan yang sama dengan anggota Kerajaan. "Saya juga sangat mengharapkannya, Mr. Moore. Dengan begitu keluarga Kerajaan bisa memperkenalkan Putri Madelyn kepada rakyat Eginhard." Tatapan keduanya tertuju pada Madelyn yang sedang bersembunyi di balik ibunya. Terlihat gadis itu masih malu-malu saat diajak  bicara istri anggota Parlemen lainnya. "Putri Madelyn sangatlah manis. Sayang sekali harus disembunyikan. Saya yakin banyak orang yang akan mencintai Putri Madelyn, seperti mereka mencintai Raja Cedric dan juga anda, Your Highness." "Terimakasih, Mr. Moore." Acara beralih ke jamuan makan malam. Semua tamu dipersilahkan duduk di meja panjang yang sudah ditata membentuk persegi yang besar. Anggota Kerajaan pun duduk bersama dengan para anggota Parlemen.  Terlihat kelegaan melanda Felix saat mendapati sang adiklah yang duduk di sampingnya bukan Mr. Osbert. Bukannya Felix membenci pria berusia 65 tahun itu. Hanya saja Mr. Osbert tidak akan berhenti menceritakan kucing kesayangannya selama makan malam. Dan hal itu adalah pembahasan paling membosankan bagi Felix. "Aku sudah mengaturnya untukmu. Tahun lalu kulihat kau sangat menderita." Cedric menahan tawanya ketika mengingat ekspresi bosan di wajah Felix Natal tahun lalu. "Kau harus mencoba duduk bersama Mr. Osbert." "Dan memasang wajah bosan sepertimu, aku rasa tidak." Sepasang cinnamon milik Cedric berbinar geli. "Kau bahkan jauh lebih menyebalkan dari Mr. Osbert." Kesal Felix. "Sayangnya hatimu tidak berkata seperti itu, Brother. Sudah lama tidak berbincang denganmu. Kau lebih memilih tinggal di Villa selama akhir pekan. Jadi bagaimana dengan Yayasan Carina?" Carina adalah yayasan yang didirikan oleh Felix lima tahun yang lalu untuk melindungi anak-anak difabel. Seperti yang disinggung Andrew, rakyat Eginhard memiliki pandangan yang kolot mengenai cacat fisik maupun psikis. Mereka beranggapan disabilitas adalah sebuah penyakit menular yang memalukan keluarga mereka. Sehingga banyak keluarga yang memilih menyembunyikan atau bahkan menelantarkan anak-anak difabel. Hal itulah yang mendorong Felix mendirikan yayasan itu.  "Meskipun kami sudah berjuang melindungi anak-anak, tapi masih ada beberapa diantara mereka yang kehilangan semangat. Aku sudah membicarakan ini dengan Shamus, pengurus yayasan. Dia mengusulkan untuk mengundang penyanyi bernama Sophie Ralston. Wanita tuna rungu yang berhasil meraih impian menjadi penyanyi. Jadi aku pun mendukungnya." "Aku berharap wanita itu bisa membangkitkan semangat anak-anak." "Semoga saja. Aku juga mengharapkan hal yang sama." Mereka pun menikmati jamuan makan malam bersama. Dengan suasana yang hangat menghidupkan suasana Natal di Istana Ingelbert. ※ ※ ※ ※ ※ Perkenalkan Pangeran Felix dari negara Eginhard. Dia setampan Pangeran-Pangeran dari negara Eropa. Penasaran bagaimana pertemuan Pangeran Felix dengan Sophie? Tunggu kelanjutannya ya....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN