Pertengkaran

1038 Kata
Berhari-hari paketan bunga itu selalu datang untuk siapa apa apa dan nama pengirimnya pun tidak tertera di sana, mereka berdua sangat dingin siapa yang melakukannya ini saat Dion menanyakan kepada asisten rumah tangga nya, "ya pak saya enggak sayang ada perempuan yang mengantarkan ini aku tidak tahu itu siapa, dia hanya di khususkan untuk mengantar saja tapi untuk siapanya dia tidak memberitahu." "Dion, bagi wanita lain Kau kira itu bunga dari Alden nyata perempuan yang memberinya, kutahu engkau begitu sangat playboy banyak wanita yang ingin bersamamu pada kau sudah menikah." "Yonna, seperti itu Aku juga tidak tahu beberapa hari ini kenapa bunga selalu datang, tapi yang gua heran kan kenapa saat kita tidak berada di rumah bunga itu datang."  "Aku tidak mengerti apa tujuannya, aku sudah menahan lupa hari ini aku kira mendengar Alden wanita lain, jika kau memang tidak menyukaiku katakan? Aku berharap kau selalu menyayangi aku apa adanya tanpa harus melakukan apa pun. Menyebalkan Aku ingin tidur!"  Dion menghela napasnya dia bingung apa yang terjadi pada jadinya saat ini, tidak bermaksud untuk menyakiti istrinya sendiri dan memandangi bunga ini satu-persatu berarti ada ada orang yang ingin menghancurkan hubungan. "Aku harus menyelidiki siapakah itu, tidak bisa aku pikir kalau membuat Yonna sangat kesal." Runtuknya dalam hati. Banyak kekesalan Yonna kepada Dion, tidak pernah berpikir bagaimana nanti kalau kalau dia mah banyak mengecewakannya, berusaha Dion mencari tahu siapa yang sebenarnya lelah memberi bunga tanpa nama pengirimnya, beberapa hari juga Yonna tidak mau menegur Dion. "Ayolah jangan pernah kau diamkan aku seperti itu, ada yang bisa aku ajak cerita. Aku kan buktikan siapa yang mengirim itu, tapi itu benar-benar Aku tidak mengetahuinya percayalah padaku istriku. "ucap Dion dengan wajah memelas. Tapi masih tetap tidak dihiraukan oleh Yonna, begitu kesal dia kepada Dion.  Besok kan paginya paginya, Yonna menemui Alden di kantornya. Dari kejauhan terlihat wajah agan yang begitu sama bahagia. "Yonna... Akhirnya aku berubah pikiran juga aku akan menunggu kehadiranmu seperti ini, apakah merindukan aku?" "Hm... Aku datang bukan bermaksud untuk ingin semata-mata bertemu dengan kau, tapi aku harap bisa mengerti apa tujuan aku untuk menemuimu ini."  "Ya tujuan kau menemuiku karena kau mencintaiku."  "Tidak Alden, sekarang Aku harap berhentilah mengirim bunga di rumahku! Itu hanya membuat aku dan Dion bertengkar saja, Kau pikir aku dan dia on akan berpisah jika terjadi kesalahpahaman ini?" Alden semakin bingung apa yang telah di ucapkan oleh Yonna, tiba-tiba dia berusaha untuk tidak terlihat seperti orang yang kebingungan, "maksud kau ini apa? Aku tidak pernah mengirim ke rumahmu! Tolonglah ah berdamailah sedikit aku sudah tahu kalau kau tidak pernah memiliki rasa lagi kepada aku jadi aku berharap kita menjadi teman saja. Soal bunga itu Aku benar-benar tidak tahu." Jelas Alden. "Tetapi kenapa semuanya ada ada setiap hari, jika kau memang tidak lagi Aku harap jangan pernah lagi mengusik atau menyuruh aku untuk berpisah dengan Dion. Jika tujuanmu baik untuk berteman denganku Aku terima sekarang aku menganggap kita sebagai teman saja ya." Ucap Yonna kepada Alden. Tetapi kenapa semuanya ada ada setiap hari, jika kau memang tidak lagi Aku harap jangan pernah lagi mengusik atau menyuruh aku untuk berpisah dengan Dion. Jika tujuanmu baik untuk berteman denganku Aku terima sekarang aku menganggap kita sebagai teman saja ya." Ucap Yonna kepada Alden. "Hm... Pastinya Aku menganggapmu teman aku baru menyadari kita memang tidak berjodoh, aku aku ku masih berpikir untuk menemuimu dan meminta maaf atas kesalahan yang aku lakukan kemarin, ternyata emang benar perasaanku kalau kau datang untuk menemui aku di sini terlebih dulu, jika kau tidak keberatan izinkan Aku mencari tahu siapa yang melakukan hal itu! Aku ikhlas untuk membantumu dan suamimu."  Yonna tersenyum melihat wajah Alden yang begitu sangat tulus, dia menganggukkan kepalanya sampai dia menerima dengan ikhlas permintaan maaf Alden kepadanya.  "Baiklah Alden, mulai besok aku akan meminta izin kepada suamiku untuk mencari tahu siapa yang memberikan bunga ke rumahku, terima kasih sudah mau menjadi temanku lah menganggap aku bukan orang yang ingin menyakitimu saja. Sekarang kita berdamai dan kita buka lembaran baru." Malam harinya Dion yang masih saja terdiam tidak tahu harus mengatakan apa lagi kepada istrinya, Yonna yang masih penasaran apa yang telah terjadi saat ini dia berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarganya. dia sengaja tidak memberitahu dulu kepada Dion soal pencarian barang bukti yang telah membuat dia dan Dion bertengkar terus.  Dia membiarkan Dion memeluk dirinya sampai tertidur, di dalam hati Yonna berkata, Aku akan melakukan demi hubungan kita Dion, Aku tidak mau jika suatu saat nanti membuat diri kita menyesal atas kesalahpahaman yang telah terjadi. Biarlah aku berdiam dulu sampai aku menemukan siapa penyebab utamanya, aku sangat menyayangimu Dion Aku harap hubungan kita bisa baik-baik saja, mungkin Tuhan belum memberikan anak saja untuk kita. Kebahagiaan itu saat kita bersama saja."  Begitu tulus Yonna rasakan pelukan yang diberikan oleh Dion, jauh di pikiran Dion untuk menyakitinya tetapi Yonna masih tidak mau ada kesalahpahaman di antara hubungan mereka berdua. Sejauh ini Yonna benar-benar memiliki perasaan yang begitu besar kepada Dion sampai dia harus merelakan Alden pria yang pernah mencintainya dengan tulus. Yonna membalikkan tubuhnya sambil memandangi wajah Dion saat tertidur. Kekuatan cinta Yonna kepada dia begitu sangat berarti dalam hidupnya tidak ada satu pun yang bisa dilakukan lagi melainkan menjadi yang terbaik untuk Dion. "Kenapa kau belum tidur juga?" Tanya Dion yang tidak sengaja bangun. "Ada yang salah apa denganku? Aku hanya ingin memandang wajahmu saja." Jawab Yonna. "jangan seperti itu tidurlah sudah malam ini, aku tidak melihat apa yang telah terjadi Kau hal-hal yang tidak diinginkan, mulai sekarang cepat lakukan yang terbaik untuk dirimu sendiri jangan sampai ada orang lain yang mau mengganggu." "Baiklah aku akan tidur tetapi malam ini aku ingin dimanja, jangan sampai melakukan hal yang tidak di inginkan." Saat malam itu ponsel Yonna berbunyi, dia langsung tersentak melihat ponsel yang berada di meja bergetar saja. tidak sengaja dia langsung membuka akhirnya Dion melihat siapa yang menelepon saat itu. Tidak disengaja ternyata nomor ponsel Alden yang menelepon Yonna, membuat suasana semakin menegangkan. Yonna langsung merasa tidak enak melihat perubahan di raut wajah suaminya itu lalu dia berkata "Dion, aku jelaskan tapi aku harap kau jangan terlalu marah kepada urusan ini. ini aku lakukan demi kebaikanku juga yang kebaikanmu. Soal aku dengan Alden kita berdua tidak ada apa-apa lagi hanya sebatas teman dan saling membantu saja." Jelas Yonna.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN