Siena, Rasanya semesta nggak pernah adil sama gue. Kenapa selalu lo yang mendapat perhatian? _Siena_ Aksa sudah pergi, meninggalkan Siena dan Ria yang terjebak dalam satu ruang rawat. Siena merasa udara di ruangan itu semakin panas, sesak sekali karena sepertinya oksigen mulai habis dan mengelilingi Ria daripada dirinya. Tidak, dia tidak iri dengan Ria, dia tidak akan menyalahkan Ria kembali atas semua orang yang pergi. Mungkin memang ini takdirnya. Ah, harusnya Siena mati saja kemarin, ‘kan? "Siena," panggil Ria pelan dengan nada begitu lirih. "Maaf karena gue pinjem Saka dan Aksa. Gue juga minta maaf soal papa yang–" "Semua punya lo," potong Siena cepat. Ria mendongak, matanya bersitubruk dengan mata Siena. "Dia memang punya gue, dulu. Sekarang dia punya lo," balas Ria de

