Siena, Suka itu selalu beriringan dengan duka. Setiap ada yang lahir pasti di belahan lain ada yang tiada. _Siena_ Siena pikir setelah kejadian itu dia akan mati, membuka mata di padang rumput, menggunakan baju putih bersih, dan berdiri tegap menatap gerbang putih seperti di televisi. Nyatanya, saat ini Siena justru selamat. Tidur di atas ranjang dengan lemas, tidak boleh banyak gerak, dan berada di ruang berbau obat. Lalu apa pria itu selamat? Orang yang berniat membunuhnya dan hidup bertiga di akhirat, apakah dia selamat? Apa boleh Siena harap dia selamat? "Kamu sudah bangun?" Mata Siena mengerjap, kepalanya sedikit bergerak menatap si pemilik suara. Jika saja keadaannya baik dan tidak lemah, dia pasti sudah memaki, menyuruh wanita itu pergi. Sayangnya, untuk berucap saja Sie

