Siena, Udah seharusnya gue kuat tanpa dia ataupun dia yang lainnya. Jangan lemah! _Siena_ Siena menutup pintu apartemen dengan kasar. Napasnya masih memburu karena kejadian tadi siang. Astaga, rasanya sial sekali! Saka juga tidak ada di rumah untuk menjadi teman pelampiasan amarah. Siena pun memasuki kamarnya, mengabaikan makan siang dan malam karena suasana hatinya yang buruk. Dia lebih memilih mandi dan membersihkan badannya yang sudah penuh dengan kotoran. Siena tadi sempat rebahan di bawah pohon tempatnya melihat sang papa. Kepalanya benar-benar seperti berputar karena masalah yang dia hadapi. Benda itu pun Siena minum tidak sesuai takaran saking pusingnya. Klek. Pintu kamar Siena terbuka lebar. Dia sudah bersih dan berganti pakaian menjadi kaos putih polos dengan celana pe

