SIENA 35

1824 Kata

Siena, Patah hati terhebat itu ketika orang yang pertama kali kita cinta menyakiti. Papa. _Siena_ Siena menatap orang yang mencekal tangan papanya dengan takjub. Bukan karena seperti pahlawan kesiangan, tapi karena orang itu adalah Akas. Kenapa Akas? Karena Saka tidak ada di sini. "Anda nggak seharusnya sekasar itu. Bagaimana pun Siena itu perempuan, nggak seharusnya dia diperlakukan sekasar itu." "Kamu tahu apa?!" tanya Baron. Siena tersenyum tipis menatap Akas yang membelanya. Ya, setidaknya ada sisi positif dari seorang ketua BEM. "Udah, ya, Siena capek, Siena harus masuk kelas. Makasih tamparannya." Baron memanggil namanya dengan begitu keras membuat Siena kembali menatap papanya itu. Jangan lupakan Akas yang masih di sana, berdiri di sebelah Baron dengan tampang sebal.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN