Chapter 19

1050 Kata

Tavie terdiam dalam pelukan Zendra. "Kamu mau?" tanya pria itu padanya. "Kita bisa memulai semuanya sebagai...saudara. Jika itu yang kamu inginkan." Ada rasa sakit di dalam dirinya saat mengatakan hal itu. Tidak. Jika dia boleh berharap, ia tidak ingin menjadi saudara lagi. Ia ingin lebih dari itu. Zendra tau kemungkinannya sangat kecil, tapi, bolehkah ia berharap dan dengan tidak tau dirinya sekarang meminta hal itu? Perlahan, Tavie melepaskan pelukan Zendra. Matanya menatap dalam netra pria itu. Tidak. Tavie bukan wanita bodoh yang akan terbuai dengan kata-kata seperti itu. "Aku ingin pulang." Hanya itu yang ia katakan. Ia masih belum berani berkata iya atau tidak. Zendra menghela napas. "Tunggu." Ia menahan pergelangan tangan Tavie. "Ada yang ingin aku katakan." Tentu saja, masih bany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN