Tavie melihat sekilas Irish yang sedang memberikan kata-kata sambutan pada semua tamu undangan yang hadir di ulang tahun ke delapan belasnya ini. "...terimakasih untuk semua yang hadir malam ini..." Tavie tidak terlalu mendengarkan karena matanya terus menatap Zendra dan Anaya. Anaya masih menempel pada Zendra dan Tavie tidak suka itu. Bisa-bisa Tavie memilih untuk menyusul Zendra untuk merebutnya dari Anaya. "...dan untuk Kak Tavie..." Tavie tersentak ketika namanya disebutkan. Ia kembali menatap Irish di atas panggung. Semua orang juga kini berbalik untuk menatapnya. Namun, ia berusaha untuk tidak gugup dan menatap lurus ke Irish, tidak mengindahkan tatapan memuja orang-orang di sekelilingnya padanya. "Terimakasih karena selalu menjadi inspirasiku. If you guys wondering, dia adalah se

