Sinar matahari mengusik tidur Tavie. Wanita itu menggeliat dan meregangkan tubuhnya yang pegal. Ia mengucek matanya. Jantungnya seakan berhenti ketika merasakan dirinya tidak memakai pakaian di bawah selimut. Benar saja, ia gila. Tavie melirik ke sampingnya, tepatnya pada pria yang tangannya melingkar indah di perut ratanya. Jantungnya seakan copot saat itu juga. Tavie melongo, tangannya tiba-tiba dingin ketika memori semalam muncul diotaknya. Sudah ia duga. Tavie bingung sekarang. Apa yang harus ia lakukan? Sudah jelas ia menolak Zendra beberapa jam yang lalu, tapi kini ia berakhir di ranjang bersama pria itu, tanpa busana. Benar. Ia kehilangan akalnya. Tavie menyentak tangan Zendra kasar. Ia masuk ke kamar mandinya dan membasuh mukanya. Tavie melihat pantulan dirinya di cermin. Apa ia

