“Ibu! Mengejutkan saja! Mengapa aku tidak mendengar suara mobil Ibu?” Tanya Ryan mencoba untuk mengalihkan perhatian Ibunya. Ibu Ryan melihat tanah yang masih basah dan berwarna merah itu dengan curiga. Ia mengalihkan perhatiannya kepada Ryan dan menatapnya tajam. “Mengapa kau tidak mau menjawab pertanyaan Ibu dan justru balik bertanya?” Ryan menegakkan badannya, diusa-usapnya kedua tangan untuk membersihkan tanah yang menempel di tangannya. Terlihat, kalau Ryan enggan menjawab pertanyaan dari Ibunya. Ryan menarik napas dan menghembuskannya dengan cepat. Tampak jelas, ia begitu berat untuk mengatakannya. Ia meminta kepada Ibunya untuk tidak menjadi terkejut mendengar apa yang disampaikannya. “Aku baru saja menguburkan calon anakku dan Karin! Sebenarnya, aku tidak ingin mengatakan ini

