“Apa yang kau pikir, kau lakukan? Apa aku senang dan tertawa melihat Karin yang terbaring tidak berdaya di ruang operasi?” Bentak Ryan. dengan mata yang nyalang,karena marah. Daniel mengangkat kepalan tangannya ke arah Ryan. Ia memang mengetahui, kalau apa yang menimpa Karin sama sekali bukanlah kesalahan Ryan. Namun, tetap saja sedikit banyak ia terlibat dengan apa yang terjadi kepada Karin. Selama beberapa saat hanya ada keheningan saja yang tercipta di antara mereka berdua. Baik Ryan, maupun Daniel menahan diri mereka mengeluarkan kata-kata yang hanya akan menyakiti mereka berdua. “Aku tidak mengijinkan kamu untuk mendekati Karin. Tolong, jangan ganggu dirinya lagi. Sudah cukup permasalahan yang menimpa Karin! Tegas Daniel emosi. Ryan bangkit dari lantai dan diam melihat Daniel yang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


