BAB 74 TRAGEDI

1215 Kata

“Berhenti!” dor … dor … dor “Argh!” Terdengar suara teriakan sakit yang nyaring, sebelum pada akhirnya suara benda jatuh nyaring terdengar. Setelah, beberapa saat kemudian, yang terdengar hanya suara-suara langkah kaki yang beradu dengan batu. Juga suara deru napas yang memburu dan cepat. Ryan mengeluarkan ponselnya untuk menyalakan flash pada ponselnya. disinarinya sosok tubuh yang tergeletak tidak jauh dari tempat Karin tergeletak. Jantung Ryan berdegup kencang, ia berjalan mendekati tubuh tersebut, kemudian berlutut di sampingnya. Disentuhnya badan orang dengan pakaian serba hitam tersebut. Perlahan dibaliknya tubuh itu, agar ia bisa melihat wajahnya, meskipun ia merasakan perasaan yang begitu kuat, kalau itu adalah Ibunya. “Ibu!” teriak Ryan nyaring, sambil mengguncang tubuh y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN