“Sialan kau, Daniel! Kau menikamku dari belakang. Kamu sudah berkhianat dengan melaporkan Ibuku dan sekarang kamu malah berusaha merebut Karin dariku!” Bentak Ryan emosi. Daniel melayangkan senyum mengejek kepada Ryan. Disindirnya bos, sekaligus sahabatnya itu. Mulutnya mengatakan putus kepada Karin, tetapi hatinya tidak. Ia juga mengingatkan kepada Ryan untuk melupakan Karin. Mereka berdua tidak mungkin bersatu, di mana Ryan dan Karin memiliki penghalang yang cukup besar di antara keduanya. “Lupakan Karin, Ryan! Jangan dekati lagi dia, karena kalian berdua hanya akan saling menyakiti saja dengan adanya masalah di antara kedua Ibu kalian!” Daniel menepuk pundak Ryan, kemudian berlalu pergi dari hadapan sahabatnya itu. Rahang Ryan menjadi keras, ia melayangkan kepalan tangannya ke udara

