BAB 72 KEMBALI KE KOTA KELAHIRAN

1185 Kata

“Tidak ada yang berhak mengusirku dari sini! Aku lahir dan besar di sini, ini rumahku! Ibuku memang dituduh sebagai pembunuh, tetapi belum ada ketukan palu dari hakim yang mengesahkan hal itu!” Teriak Karin, sambil meneteskan air mata. Orang-orang yang meneriaki Karin mencibirkan bibir mereka. Mereka, kemudian berlalu pergi dari hadapan Karin. Karin memandangi kepergian orang-orang itu dengan tatapan kosong. Disekanya air mata dengan kaos yang ia pakai. Dengan cepat Karin menyalakan mesin motor, karena tidak ingin bertemu kembali dengan tetangganya yang julid. Sesampainya di kantor polisi Karin menuju petugas jaga meminta ijin, agar bisa bertemu dengan Ibunya. Kedua tangan Karin saling bertautan di atas pangkuan. Ia mengetuk-ngetukkan sepatu kets yang dipakainya ke lantai yang ia pi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN