Malam ini Agacia menginap sendirian di sebuah motel pinggir kota yang katanya angker. Ia sudah terbiasa berkawan dengan mimpi dan halusinasi menyeramkan, sehingga tinggal di sebuah tempat yang angker, bukan masalah baginya. Aroma bunga mawar yang mekar di dekat jendela kayunya yang reyot menambah kesan mistis di ruangan kamarnya yang hanya berisikan ranjang reyot yang terus berdecit saat ia bergerak, lemari kayu yang berdebu, dan sepasang meja-kursi yang telah karatan. Ada plastik berlogo minimarket di atas meja dan sepiring nasi dengan lauk ikan bakar yang telah dingin sepenuhnya. Itu pemberian Reagan yang tidak dapat menampungnya di apartemen. Toh, mereka hanya rekan kerja. Sangat tidak etis ketika dirinya menginap di sana, meskipun tidak melakukan apa-apa. Ah, pikirannya benar-benar ti

