“Kau mempercayainya?” tanya Rendra ketika mereka bersua di sebuah restoran yang tak jauh dari motel tempat Agacia menginap semalam. Agacia mengaduk supnya dan menggelengkan kepalanya tak paham. Ia sendiri juga enggan mempercayainya, tetapi orang itu pun tahu banyak tentang dirinya. Jika memang hanya sekadar pesan iseng, apa manfaatnya? Menerornya? Itu terlalu kekanakan dan Agacia tak pernah takut pada ancaman apa pun, selama ayahnya aman. Namun, ia meragukan dirinya sendirinya. Bagaimana jika dirinyalah vilain dari cerita ini? “Jangan bercanda! Kau tidak mempercayainya, bukan? Kau tidak perlu meragukan dirimu sendiri. Ayahmu bahkan bukan polisi, seperti yang dikatakan Pak Steve. Dia sering berkata tentang sesuatu yang tidak masuk akal. Jangan pikirkan hal lainnya selain kondisimu sendiri
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


